Jadilah Golongan Ini..
Salam Aidil Adha
11/26/09
Filem 2012..Antara kepercayaan dan dongeng sains
11/12/09
Sedutan Filem 2012
Al Quran : (7) Al A’raaf : Ayat 187
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS 7:187)
Al Quran : (47) Muhammad : Ayat 18
Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila Kiamat sudah datang? (QS 47:18)
Al Quran : (12) Yusuf : Ayat 107
Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya? (QS 12:107)
Al Quran : (43) Az Zukhruf : Ayat 66
Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya. (QS 43:66)
Al Quran : (22) Al Hajj : Ayat 55
Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu- raguan terhadap Al Quran, hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat. (QS 22:55)
Al Quran : (6) Al An’aam : Ayat 31
Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu. (QS 6:31)
Al Quran : (16) An Nahl : Ayat 1
Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan. (QS 16:1)
Al Quran : (42) Asy Syuura1 : Ayat 8
Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh. (QS 42:8)
Tidak cukupkah kita sebagai Muslim menjadikan Al-Quran sebagai panduan? Perlukan ada bukti lain yang perlu membuatkan kita percaya dengan kekuasaan Allah SWT? Sesungguhnya banyak lagi tanda yang menunjukkan KekuasaanNya. Tapi manusia itu kebanyakannya tidak menyedari. Tidaklah salah menonton filen 2012 ini. Cuma sebagai Muslim, kita perlu percaya manusia tidak mampu menjangkakan kiamat itu. Manusia tidak mampu membayangkan kedahsyatan hari itu. Apa yang perlu kita lakukan adalah memperbanyakkan amalan yang diredhai Allah untuk bekalan di alam yang kekal kelak. Kepada yang nak menonton filem ini, tengok boleh, percaya jangan. Tapi percayalah kiamat itu pasti tiba dan sangat hampir.
Sumber : ayatquran.wordpress
Hadith Keenam Belas : Zaman Orang Tak Peduli Darimana Mendapatkan Harta
11/10/09
"Cikgu..macam mane nak tegur abah tak sembahyang?"
10/29/09

Gempa bumi, sejadah berdiri dan Beyonce......huhu
10/21/09
Sejadah Berdiri?
Konsert Beyonce
Minggu ini akan diadakan konsert makhluk penjajah minda bernama Beyonce. Namun akhirnya terpaksa ditangguhkan kerana alasan beliau(konon). Banyak pihak membantah dan mengadakan pelbagai cara agar beliau tak masuk bumi Malaysia. Alhamdulillah.. Masih ada yang sedar. namun lebih ramai yang menyokong dengan alasan cuma hiburan dan suka2. Dan lebih malang lagi yang menyokongnya adalah yang mempunyai kuasa. Dikala kita patut berkabung dengan penderitaan umat Islam yang ditimpa bencana, ada lagi yang mahu bergembira. Di mana sensitiviti umat Islam tentang saudara mereka? Cuma nak menghormati kaum lain kita sanggup menggadaikan pegangan kita. Di mana kuasa kita sebagai bumiputra Islam??huhu...cuma menyampaikan hasrat hati....untuk mengingatkan diri..-muazzin
Hadith Kelima Belas : Dua golongan penghuni neraka.
Mengapa kamu kata tapi tak lakukan??
10/9/09
"Ujian itu adalah untuk orang-orang beriman"
"Hidup orang beriman tidak mungkin tenang, kerana kesenangan untuknya Allah beri di akhirat kelak. Jika dia bersabar"
"Ujian itu penghapus dosa, jika bersabar ganjarannya sangat besar"
"Jika doa tidak dimakbulkan, Allah mahu beri yang lebih baik"
"Allah yang mengetahui apa yang terbaik untuk hambanya"
"Ujian itu diturunkan untuk hamba yang Allah peduli"
"Jika kamu telah berdoa tetapi masih tidak makbul, selidiklah amalanmu"
mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa
kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.
" {Surah As-Sof : Ayat 2 dan 3}
Ps : Gagal temuduga..Ujian...
Kerosakkan akibat tangan-tangan manusia
10/5/09
Dear God, Thank you for this friendship..Alhamdulillah,,
9/27/09
Gembira, kecewa, takut dan berharap...
9/20/09


Last 10 Days of Ramadan
9/13/09
Here are some tips of things we can do on the Night of Power and the time before and after it. (By: Abdul Malik Mujahid)
1. Take a vacation for Allah.
We take a break from our jobs for almost everything in life. Why not this time to focus on worshiping and thanking our Creator.
If this is not possible at least take a few days off if you can. This can make it easier to stay awake at night to do extra Ibadah, not having to worry about getting to work the next day. It will also facilitate doing Itikaf.
2. Do I'tikaf.
It was a practice of the Prophet to spend the last ten days and nights of Ramadan in the masjid for I'tikaf.
Those in I'tikaf stay in the masjid all this time, performing various forms of zikr (the remembrance of Allah), like doing extra Salat, recitation and study of the Quran. They do not go outside the masjid except in case of emergencies, therefore, they sleep in the masjid. Their families or the masjid administration takes care of their food needs. I'tikaf of a shorter period of time, like one night, a day or a couple of days is encouraged as well.
3. Make this special Dua.
Aisha, may Allah be pleased with her, said: I asked the Messenger of Allah: 'O Messenger of Allah, if I know what night is the night of Qadr, what should I say during it?' He said: 'Say: O Allah, You are pardoning and You love to pardon, so pardon me.' "(Ahmad, Ibn Majah, and Tirmidhi).
The transliteration of this Dua is "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annee"
4. Recite the Quran.
Perhaps you can choose Surahs or passages from the Quran, which you have heard in Tarawih this past Ramadan to recite.
If you attend a class where the recitation of the Quran is taught, this is a great time to put your knowledge into practice.
5. Reflect on the meaning of the Quran.
Choose the latest Surah or Surahs you've heard in Tarawih and read their translation and Tafseer. Then think deeply about their meaning and how it affects you on a personal level.
6. Get your sins wiped out.
Abu Huraira narrated that the Messenger said: Whoever stands (in prayer) in Laylatul Qadr while nourishing his faith with self-evaluation, expecting reward from Allah, will have all of his previous sins forgiven. [Bukhari and Muslim).
Don't just pray using the shorter Surahs that you know. Try to make your prayers longer, deeper and meaningful. If you are familiar with longer Surahs, read the translation and explanation and then pray reciting these Surahs, carefully reflecting on the meaning while you pray.
Even if you are only familiar with the shorter Surahs, read the translation and explanation beforehand, and then pray reflecting on the message of the Surahs.
This is a good way to develop the habit of concentration, even in regular prayers, where many of us tend to be fidgety and/or easily distracted.
7. Make a personal Dua list.
Ask yourself what you really want from Allah. Make a list of each and everything, no matter how small or how big it is, whether it deals with this world or not. Allah loves to hear from us. Once this list is ready, you can do three things:
* Ask Allah to give you those things
* Think about what actions you have taken to get those things
* Develop a work plan to get those things in future.
8. Evaluate yourself.
Ask yourself those questions that need to be asked. Do an evaluation of where you are and where you are going. Let this evaluation lead you to feel happiness for the good you have done and remorse for the bad you have done. This latter feeling should make it easier to seek Allah's sincere forgiveness when making the Dua mentioned in tip number one above.
9. Make long, sincere and deep Duas
One of the best times to do this is during the last part of the night.
Abu Huraira, may Allah be pleased with him, related that the Prophet said: When the last one-third of the night remains, our Lord, the Glorious One descends towards the heaven of the earth and proclaims: Who is that who supplicates for Me, and I grant his supplication? Who is that who begs Me for anything and I grant it to him? And who is that who seeks My forgiveness, and I forgive him? (Bukhari, Muslim).
That means for instance, waking up one hour before Suhoor time to ask Allah for anything and everything you want that is Halal. This can be done using the Duas of the Sunnah, but also Dua in your own language, with sincerity and conviction.
10. Memorize a different Dua every night
They don't have to be long. They can be just one line. And be sure to know what they mean generally at least, even if you don't know the exact translation in English.
You can put them on index cards (or and keep them with you during the day, glancing at them during work, while driving, waiting in line, etc.) Then practice them at night in prayer.
11. Have Iftar with the family
If you've spent Iftar time on weekdays in your cubicle at work alone with a couple of dates, now is the last few days you'll have this Ramadan to spend with your family. Use it wisely.
12. Take the family to Tarawih
Have your spouse and kids missed Tarawih most of Ramadan because you weren't there to drive them to the Masjid, which is too far away to walk to? If so, do all of yourselves a favour and bring everyone for Tarawih in these last ten nights.
13. Attend the Dua after the completion of Quran recitation
Almost all Masjids where the Imam aims to finish an entire reading of the Quran in Tarawih prayers in Ramadan will be completing their recitation in these last ten nights. They may try to end on one of the odd nights and read the Dua at the end of a reading of the Quran. Attend this particular night's Tarawih prayer with your family. See if you can attend different Masjids' Tarawih prayers the night they finish reading the Quran.
14. Finish reading a book on the Prophet
Read about the Prophet's life, which can increase your love for him and Islam by seeing how much he struggled for Allah's sake. It may inspire you to push yourself even harder during these last ten nights. This community is built on sacrifice.
15. Plan for the next year
Once you've done a self-evaluation, you can plan on where you want to go, at least in the next 12 months. Laylatul Qadr is a great night to be thinking about this (without taking away from your worship), since you'll Insha Allah, be in a more contemplative state. You may choose to dedicate one night of power for evaluation and one night for planning for the next year.
16. To do list for the Night of Power
Make a to do checklist for each Night of Power. This should define how you would like your night, the one better than a thousand months, to be used. Pick things from this list and define the sequence you would like to do things in. This will help you avoid wasting your time in unproductive chats which common in the festive atmosphere of Masjids at the Night of Power.
Abdul Malik Mujahid, is the President and Director of Sound Vision Foundation Inc. He is an Imam in the Chicago area and the Chairperson of the Council of Islamic Organizations of Greater Chicago (CIOGC).
Source : MuslimTorrent.com
Hadith keempat belas : Sebab-sebab kebinasaan seseorang..
9/4/09
Tawaran Istimewa...Jangan lepaskan peluang..
8/22/09

Asri Rabbani jatuh dan meninggal dunia
8/13/09
Sementara itu, Harakahdaily ketika menghubungi salah seorang petugas pemasaran kumpulan nasyid itu mengesahkan berita tersebut.
Badrulhisham Jamaluddin daripada bahagian pemasaran kumpulan Rabbani mengesahkan bahawa Ustaz Asri meninggal dunia selepas rebah di RTM pagi tadi.
"Saya tidak tahu apa puncanya,"katanya yang sedang dalam perjalanan ke Hospital Pantai ketika dihubungi Harakahdaily sebentar tadi.
Pahlawan Nasyid
Dalam pada itu, anggota Kumpulan Nasyid Raihan menyifatkan allahyarham Ustaz Mohd Asri Ibrahim yang juga vokalis Kumpulan Rabbani sebagai 'pahlawan nasyid' yang sukar dicari ganti.
Salah seorang anggota kumpulan terbabit, Che Amran Ibrahim ketika dihubungi memberitahu, pemergian vokalis nasyid yang bersuara ?emas? itu amat sukar dicari ganti.
"Berita kematiannya yang mengejutkan itu memang memeranjatkan kami, sama seperti anggota kami yang telah meninggal dunia dahulu allahyarham Zaiery yang pergi dengan cara mengejut,"ujarnya dalam sebak menahan kesedihan.
Beliau seterusnya memberitahu, Asri yang bersuara 'emas' sebenarnya ikon kepada kumpulan nasyid yang ada pada hari ini.
Jelasnya, walaupun Rabbani hanya ditubuhkan pada tahun 1998, namun namanya telah lama terkenal dengan seni irama nasyid sejak sekian lamanya khususnya sewaktu menganggoti Nadamurni.
"Begitu juga anggota Raihan yang ditubuhkan sebenarnya turut mendapat respond yang baik dari allahyarham sendiri, bahkan allahyarham turut memberi saranan supaya perbanyakkan kumpulan nasyid.
"Ianya bertujuan supaya masyarakat turut mendapat hiburan alternatif yang menjurus kepada Islam sebagai mengimbangi lagu-lagu versi lain yang ada pada hari ini,"ujarnya.
Ulama nasyid
Kali terakhir bertemu dengan allahyarham dua malam lalu untuk berbincang tentang program nasyid yang bakal diadakan bersama selepas ini.
Sementara itu, anggota Kumpulan Hijjaz, Isman Hisyam,40, menyifatkan allahyarham sebenarnya seorang ulama yang masyhur dalam nasyid.
"Walaupun kita nampak dia bernasyid, tetapi sebenarnya dia seorang ulama bahkan tempat anggota kumpulan nasyid membuat rujukan khususnya tentang Islam,"ujarnya.
Beliau yang kini berada di Kota Bharu untuk promosi Kopi Hijjaz, bagaimanapun melahirkan rasa terkilan sebab tidak dapat pulang menziarahi allahyarham buat kali terakhir kerana masaalah tiket penerbangan telah habis.
Menurutnya, semua tiket sama ada MAS, Firefly, Air Asia kesemuanya habis untuk penerbangan hari ini.
Jelas Isman lagi, beliau amat terkejut dengan berita yang baru diterima apabila salah seorang anggota Kumpulan Rabbani 'Azadan' menghubunginya memberitahu Asri sudah meninggal dunia.
"Kami macam adik beradik walaupun berlainan kumpulan sebab kumpulan nasyid mana-mana pun menuju ke arah yang sama iaitu membawa manusia ke jalan yang benar serta sentiasa mengaggungkan Allah,"ujarnya.
Tambahnya, lagipun kumpulannya sentiasa merangkakan program bersama khususnya rakaman 'zikir' bersama Rabbani.
Sehubungan itu, beliau menyeru semua peminat Rabbani khususnya umat Islam mendoakan kesejahteraan allahyarham agar mendapat limpahan rahmat yang tidak perbah putus.
"Kami juga berharap semua peminat seni nasyid tanah air supaya bersabar menerima berita yang begitu menyentuh jiwa ini,"ujarnya yang tidak dapat menahan sebak.
Untuk rekod, salah seorang anggota Hijjaz, iaitu Salleh telah meninggal dunia akibat masalah paru-paru, ianya diikuti dengan anggota kumpulan Raihan, Zaery meninggal dunia akibat serangan jantung beberapa bulan selepas itu.
Juara ABP lapan tahun berturut-turut
Ustaz Asri dilahirkan pada 3 Ogos 1969 di Klang, Selangor.
Beliau menyertai kumpulan nasyid terkenal itu sejak ia ditubuhkan secara rasmi pada 1 Mac 1997 dengan dianggotai oleh sembilan orang termasuknya.
Kehilangan Asri kini bermakna hilanglah tunjang Rabbani memandangkan arwah banyak menyumbangkan kemajuan prestasi dan memberikan kejayaan kepada Rabbani.
Atas kejayaan itu, maka tidak hairanlah jika Rabbani dijulang sebagai Penyanyi/Artis Nasyid Popular di Anugerah Bintang Popular (ABP) selama lapan tahun berturut-turut.
Kemunculan Rabbani yang turut dianggotai oleh Mohd. Asri Baidul @ Ubaidullah, Azadan Abdul Aziz, Muhammad Luqman Abd Aziz, Muhammad Rithauddeen Yaakob, Mohamad Afandi Shahbudin, Ahmad Shafie, Nazrul Azhar Tamrin dan Zulkiflee Azman ini adalah dengan konsep yang tersendiri.
Dalam tempoh lebih 12 tahun berada dalam industri ini, Rabbani telah menghasilkan 19 buah album seperti 'ARAH Dari Mana? Ke Mana?' (1997), 'Pergi Tak Kembali' (1999), 'Intifada' (2000), 'Yalla Beena' (2004) dan yang terbaru, 'Nostalgia Nada Murni'. - mks
Sumber : Harakahdaily
Satu lagi pemergian mengejut..Semoga kita mengambil pengajaran..Mati itu datang bila-bila masa..Untuk Ustaz Asri..Semoga ditempatkan di tempat orang yang beriman dan dirahmati ALLAH..aminn